Welcome To My Blog

(If you have any ideas, pour and be an inspiration to others) Jika Punya ide tuangkanlah dan Jadilah engkau Inspirasi bagi yang lain

Selasa, 17 April 2012

Sholat Orang Mukmin


Banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa alam semesta beserta isinya selalu bertasbih dan juga bersujud kepada Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana cara Alam semesta bertasbih Kepada Allah? Bagaimana cara Alam semesta bersujud kepada Allah? Cara alam semesta bertasbih dan bersujud kepada Allah dengan cara tunduk patuh atas perintah Allah dalam hukum-hukum kealaman yang sudah ditetapkan oleh Allah sehingga dalam kehidupan ini terjadi suatu keseimbangan. Tetapi lebih spesifik bahwa tingkah laku alam yang universal adalah bahwa alam semesta mulai dari yang mikrokopis dan makrokopis selalu bergerak dan pergerakan yang universal dari alam semesta adalah gerak Rotasi dan Revolusi.

Gerak Rotasi dan revolusi dilakukan mulai dari atom, tata surya sampai pada galaksi. Jadi cara alam semesta bertasbih dan bersujud adalah adanya gerakan Rotasi dan Revolusi. Bagaiman hubungannya dengan Sholat? Manusia juga diserukan bertasbih kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Thoha 130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. Dan juga pada surat Al-Ahzab 41 Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada Nya di waktu pagi dan petang.

Cara manusia bertasbih adalah dengan cara yang sudah disyari’atkan oleh Allah memalui Rasulnya. Sholat adalah salah satu cara yang disyari’atkan dan tidak boleh tidak dikerjakan kecuali kematian. Hubungan sholat dan gerakan alam adalah mempunyai gerakan yang sama menurut hubungan secara matematis. Sholat sebagai cara manusia bertasbih dengan gerak Rotasi dan Revolusi sebagai cara alam alam semesta bertasbih mempunyai kesamaan dalam hal geometrik. Rotasi dan Revolusi dari sudut pandang matematis yaitu sudut tempuh (besar derajad busur) untuk seluruh periode nilai sudutnya adalah 360 derajad. Ini mempunyai kesamaan dengan sholat dari Dan banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa alam semesta beserta isinya selalu bertasbih dan juga bersujud kepada Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana cara Alam semesta bertasbih Kepada Allah? Bagaimana cara Alam semesta bersujud kepada Allah?

Cara alam semesta bertasbih dan bersujud kepada Allah dengan cara tunduk patuh atas perintah Allah dalam hukum-hukum kealaman yang sudah ditetapkan oleh Allah sehingga dalam kehidupan ini terjadi suatu keseimbangan. Tetapi lebih spesifik bahwa tingkah laku alam yang universal adalah bahwa alam semesta mulai dari yang mikrokopis dan makrokopis selalu bergerak dan pergerakan yang universal dari alam semesta adalah gerak Rotasi dan Revolusi. Gerak Rotasi dan revolusi dilakukan mulai dari atom, tata surya sampai pada galaksi. Jadi cara alam semesta bertasbih dan bersujud adalah adanya gerakan Rotasi dan Revolusi.
Bagaiman hubungannya dengan Sholat? Manusia juga diserukan bertasbih kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Thoha 130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. Dan juga pada surat Al-Ahzab 41 Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

Dan bertasbihlah kepada Nya di waktu pagi dan petang. Cara manusia bertasbih adalah dengan cara yang sudah disyari’atkan oleh Allah memalui Rasulnya. Sholat adalah salah satu cara yang disyari’atkan dan tidak boleh tidak dikerjakan kecuali kematian. Hubungan sholat dan gerakan alam adalah mempunyai gerakan yang sama menurut hubungan secara matematis. Sholat sebagai cara manusia bertasbih dengan gerak Rotasi dan Revolusi sebagai cara alam alam semesta bertasbih mempunyai kesamaan dalam hal geometrik.

Rotasi dan Revolusi dari sudut pandang matematis yaitu sudut tempuh (besar derajad busur) untuk seluruh periode nilai sudutnya adalah 360 derajad. Ini mempunyai kesamaan dengan sholat dari Alam semesta atau jagad raya atau cakrawala senantiasa selalu bertasbih kepada Allah. Dalam Al-Qur’an surat Al-Isro’ 44 disebutkan bahwa: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tidak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti Tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun. Dalam Surat Al-Hasyr 24 juga dijelaskan Dialah Allah Yang Menciptakan,Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Ber Tasbih kepada Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. setiap raka’at mempunyai sudut 360 derajad.

Jadi dibalik gerakan sholat mempunyai keterkaitan dengan gerakan kealaman. Terkait dengan materi sholat, banyak para penulis mencoba menganalisis dari wajah yang berbeda. Ada yang menganalisis dari sudut pandang filosofis, ada dari sudut pandang klinik- medis seperti disertasi doktor UNAIR yaitu tentang pengaruh sholat terhadap kekebalan imunulogik, ada yang menulis dari sudut pandang ilmu sosial dan lain-lain. Tetapi tetap sholat harus menjauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Tidak ada artinya apabila kita sudah mengkaji sholat mulai dari sudut filosofi, sudut kosmologi, sudut klinik-medik, sudut ilmu sosial tetapi tetap melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Wacana Kami lebih senang apabila membahas sholat dimulai dengan apa yang sering dikatakan oleh para Ulama’ bahwa sholat adalah mi’rojnya orang mukmin. Dalam Barzanji disebutkan bahwa yang namanya mi’roj adalah bahwa antara Nabi Muhammad dengan Allah tanpa Aling-aling. Pertanyaannya apakah kita waktu sholat sudah melakukan mi’roj? Karena sholat adalah mi’rojnya orang mukmin berarti kita hendaknya melakukan mi’roj pada waktu sholat. Kenapa banyak orang sholat, tetapi masih melakukan perbuatan keji dan mungkar?

 Kenapa banyak orang sholat dan mengerti tentang sholat dari sudut pandang filosofi, dari sudut pandang klinik-medik, dari sudut pandang sosial, tetapi tetap tidak pernah menjauhi perbuatan keji dan mungkar? Menurut kami karena sholatnya belum sampai pada melakukan Mi’roj. Sebuah hadits menjelaskan bahwa Beribadahlah kamu seolah-olah melihat Tuhan, apabila kamu tidak bisa, anggaplah seolah-olah dilihat oleh Tuhan.
Tulisan ini dikutip dari situs ini

http://cahyaiman.wordpress.com

About

Aku akan bercerita kepada hujan Dan angin dengan sebait puisi Yang terlahir dari air mata cinta Laksana hujan dalam amukan badai Bergemuruh bagaikan ombak Yang menghempas karang Dalam lautan asah yang bergejolak Aku akan berkata pada embun pagi Bagaiman hidupmu saat matahari Mulai menyengat dang angin pun membuat batang menari-nari dan daunpun bersenandung sambil bertasbih Kemanakah engkau wahai embun pagi Yang selalu memberiku kesejukan Saat cintaku mulai beristighfar Memohon ampuna Sang Pemilik jagad raya Dan cintapun kembali ambruk Laksana bangunan tak bertiang Melelhkan kemarahan, meredakan amukan Hingga tembok-tembok ikut meradang Menyaksikan keegoisan Yang membahana di samudera cinta Kini cintaku menangis Mengucurkan sekelumit derita Menepiskan sesungging senyum Yang kan tetap buram Dan takkan terlupa ditelan oleh jaman Makassar,1 oktober 2010